Alidjar, “The other Kartini”
sedkit kecepatan,tapi waktu R bersama internet akhir2 ini gak tentu sih
Pada suatu masa (yang tak terlalu) lampau, hiduplah seorang gadis bernama Alidjar. Dia gadis kecil yang cerdas dan cantik, impiannya ingin menjadi guru. Karena disekolah nilainya selalu baik dan selalu mendapat pujian dari guru2nya, tekadnya semakin bulat.
Sampai pada suatu hari, dia menyadari bahwa pada jaman itu, seorang gadis tidak diakui kemampuannya untk bisa berpendidikan tinggi, meskipun dia mampu ( baik otak maupun secara finasial). Tapi adat dan kebiasaan yang berlaku pada saat itu mebuatnya harus memupuskan impiannya,
Hal ini membuat Alidjar kecil berjanji pada dirinya sendiri :” bila dia memiliki anak, dia akan menyekolahkan anaknya itu setinggi mungkin, meskipun dia perempuan….apapun yang terjadi, meskipun seandainya suaminya tidak berpendapat sama dengannya”
Tahun..tahun berlalu. Alidjar kecil tumbuh menjadi gadis remaja yang jelita, mekipun dia tidak bisa mewujudkan cita2nya,tapi tetap bersekolah di sebuah sekolah khusus unutk gadis2 (yg diajarkan bahasa, memasak, seni dll),menjalani hari2nya dengan sederhana dan bahagia. Sampai pada suatu hari seorang pria setengah baya melamarnya unutk dijadikan istri kedua, karena pada jaman itu seorang gadis (apalagi secantk Alidjar) bila terlihat oleh jepang akan langsung dinikahi ataupun dijadikan selir, maka orang tua Alidajar “menerima” lamaran pria itu.
Menjadi istri kedua apalagi dengan kecantikan seperti Alidjar, tentu banyak membawa keuntungan bagi Alidjar, tapi dia merasa tidak bahagaia, kebebasannya dirampas, hak pribadinya dijajah….demi yang dinamakan adat dan kebiasaan yang berlaku. Banyak hal yg terjadi pada hidup pernikahannya,sehingga pada suatu hari Alidjar meminta cerai dari suaminya, ini adalah pemberontakan pertama Alidjar terhadap “adat dan kebiasaan”
Pada suatu hari, ketika alidjar sedang manyapu dia muka rumahnya, seorang pria melintas didepan rumahnya..karna terpana dengan kecantikan alidjar, speda pria itu sampai menabrak tiang……Alidjar yang tidak tau apa yg terjadi hanya membatin dalam hati
”kasian sekali orang itu, baik2 saja kah?!” (polos bgt ^_^)
Tak perlu waktu lama bagi Chaidir unutk melamar Alidjar, taklama mereka pun menikah
Meskipun hidup mereka tidak kaya, tapi mereka merasa cukup dan saling melangakpi dgn keterbatasnya masing2, Sampai suatu hari, impian itu pun berakhir, Chaidir meningal dunia pada saat putri kedua mereka baru tingkat satu kedokteran.
Jaman itu seorang wanita untk membesarkan dan membiayai 5 orang anak, bukanlah hal yang mudah, apalagi sekali lagi adat mendesak2 Alidjar untk segera menikahkan putri2nya,
“untuk apa wanita sekolah tinggi2?”
Hal itu yang selalu diulang2 ketelinga Alidjar. tapi dia selalu ingat akan janjinya dahulu. Alidjar berjuang membiayai anak2nya dari hasil menjahit, menebalkan kuping dan selalu menyemangati anak2nya agar pantang menyerah.
”Adat dan kebiasaan ”pula memaksa dirinya untuk menikah lagi, tapi Alidjar hanya memiliki satu hati, di bumi dan di akhirat nanti, hanya satu orang yang akan menjadi suaminya…sehingga lamaran pria2 itu pun ditolaknya.
Hingga kini, akhirnya impiannya tercapai, 4 dari 5 anaknya berhasil mencapai gelar sarjana, dan telah memiliki karir yang cukup memuasakan.
Alidjar dewasa sekarang hidup dengan bijaksana, mekipun fisiknya telah renta, tapi sinar matanya tak pernah berubah, keceriaannya tak pernah hilang dan aura keanggunannya tetap terpancar.
So ya…Kartini, memang menyuarakan impian dan keingin wanita unutk meraih pendidikan yang setara dgn pria,
Dewi Sartika DKK mewujudkan impian Kartini dengan mendirikan sekolah yg memungkinkan impian itu untuk tercapai.
Tapi Alidjar seorang perempuan yang tidak hanya meletakan dasar2 pendidikan bagi anak2nya, tapi dia juga berulang kali medobrak Adat seorang diri …demi masa depan anak2nya……
Dan pasti masih banyak perempuan2 Indonesia lainnya (baik dulu maupun kini) yang berjuang demi kaumnya (atupun orang2 terkasihnya) tanpa pamrih maupun tanda jasa…
Dedicated to my beloved Oma…
I Love U……………
Tulisan in dibuat unutk memenuhi keinginan bebrapa temen yg pernah R certain langsung n request agar R bikin cerita berdasarkan hal ini. R gak tau kapan R punya waktu untk bikin novel/roman berdasarkan hal ini. Yah unutk sementara inih dulu ajah ya frends, semoga bermanfaat ^_^

Entries (RSS)