Archive for April, 2007

R baru selesai baca buku mengenai kisah cinta antar seorang pria buta dan ce yg gak buta. Cerita yg romantis n cukup informatif.

Tapi yg mo R bahas bukan tentang cerita kisah cinta mrk ber2.

Jadi dlm buku ini diceritain klo conya jadi model untk salah satu content 3G namanya Welfare telesuport  net

.

Jadi pada content ini, dengan menggunakan video phone, akan menyediakan layanan “penglihatan” bagi para tuna netra.

Data berupa video life feed dari HP ini akan terhubung langsung dgn operator, dan operator yg akan membatu menjelasakan ato menemukan apa yg dicari( menunjukan jalan, menjelasakan barang belanjaan, warna barang, dll)

Tentu content in akan membuat para tuna netra jadi bisa “melihat” dan gak akan ada cerita mereka ditipu gara2 buta.

Tapi bagi R teknologi ini juga menujukan, betapa egoisnya manusia.

Betapa sudah terkikisnya rasa percaya antar manusia.

R emg alhamduliah terlahir sehat n komplit panca indra, tapi bukan berarti R gak butuh bantuan orang.

Tetep ajah R perlu nanyain jalan/angkot(n being me that always mysteriously gets lost-it’s a must :p), nanyain ada tidaknya barang/buku tertentu n posisinya dimana ketika berbelanja, klo belanja kain/baju nanyain “ini teh putih ato broken white sih ?”/”kira2 warna ini cocok gak  klo dipaduin?”,dll.

Betapa menyedihkannya klo untk hal2 seperti ini R mesti membayar?

Betapa menyedihkan klo berpikir: “pingin jawaban jujur? Bayar dulu dunk!”

R gak tau content in udah beneran ada ato enggak, tapi alangkah bagusnya klo kemajuan teknologi yg ada bukan berarti menjadikan manusia “dingin” dan lebih mempercayai teknologi  daripada mempercayai sesama………

Comments No Comments »

Pada hari H  konfrensi TIK &ICCIO tgl 25-26 kemaren, sebagai panitia n pemakalah, ada beberapa hal yg R “catet” n bikin R berpikir tentang “wajah sepuh/pejabat Indonesia”.

Karna R bertamggung jawab di bagian yg berhub lgsg dgn orang2  (bagian yg fital dgn duit) R jadi tau juga “watak para pekerja diindonesia

  1. Merasa “penting”, so dipikirnya R langsung kenal siapa dia, Padahal orang menjadi penting itu bergantung skala kebutuhan orang2 disekelilingnya. Mana mungkin R tau tampang semua bupati/gubernur/mentri, kan? Lagian R gak akan pernah mengharagai orang karna jabatannya/umurnya. Tapi dari tingkah laku, kepintaran, baru jabatannya n umur itu yg menjadi poin tambahan ( dan bukan sebaliknya)
  2. Maunya dapet gratisan mulu. Halah… ini yg paling susah. duit banyak, dandanan kaya ( emas pabalatak) tapi kok perilaku kayak orang susah….::P dan maunya  memiliki akses n kemudahan ke berbagai hal
  3. Sombongnya gak ketulungan, tapi klo butuh baru tuh ngedeketin, dengan perilaku “orang penting” itu tadi; minta diduluin. padahal dia tentu tau bahwa ini eventnya nasional/internasional, So berarti semua orang yg ngerasa dirinya penting, ada disini.
  4. Punya kecendrungan unutk korupsi/mencuri? Karna R n Mbak Tur juga yg ngurus SPJ, so tau bngt pas ada beberapa orang yg minta kuitansi kosong utk dicap (as part of SPJ). Hmm……. R bertanya2 gak mikir apa? Berkah gak sih duit haram dibawa pulang. Dikasihin buat makan keluarganya? Ah whatever lah…bukan urusan kita, semua orang pnya hati nurani masing2 J 

Padahal pasti para sesepuh ini tuh  sebagian besar merintis karir dari bawah dulu. Pasti pernah ngerasaain diremehin, direwelin, di perintah2 gak puguh , n dibikin pusing tujuh keliling juga. Tapi kok bukannya mengerti, malahan mengulang kesalahan yg sama?

Yg lucu ada seseorang sepuh yg ngeliat kita2 sibuk hanya berkomentar gini:

“ ah masa saya sibuk2 kayak gitu sudah lewat”(tanpa usaha untk menghargai, boro2 meringankan- trus gone with the wind sambil ketawa meremehkan:p).

Dan kejadian2 konyol lainnya, yg meskipun pas on site bikin R bingung n istighfar (biar gak ampe marah2-just try 2 be profesional), tapi R syukuri pengalaman ini. Karna ada ilmu2 tentang manusia yg bisa R pelajari n hadapi langsung.

  1. Jangan sok, sok penting, sok tua, sok kaya, sok iyeh dan sok2-an lainnya. Mo se”hebat apapun kamu” tetep ajah menghirup udara yg sama.
  2. Hargai orang lain. Karna buat apa jadi manusia klo tanpa hati?
  3. Bekerja dgn hati, pasti semua akan terasa ringan.
  4. Mencuri tetap lah mencuri. Mo besar mo kecil sama ajah dosanya.(klo mo mencuri ato korupsi mending langsung milyaran, “hambur dosa mun sauetik mah”;p)
  5. Jgn pernah lupakan memory yg pernah kmu lalui, mo sepait apapun itu. Karna itu pengalaman berharga, jgn sampai kamu mengulangi kesalahan yg sama, jgn sampe kamu menyakiti orang lain dgn cara yg sama dgn kamu disakiti. Karna itu berarti kamu tdk belajar dr pengalaman.

.

Meskipun pada tulisan ini R bilang wajah n watak indonesia, ini bukan berarti menyamaratakan loh!

Karna banyak juga para sepuh /pejabat Indonesia yg R temui yg memiliki”wajah” dan watak yg baik n patut dikagumi……

Andai ku tua nanti…

Ku tak ingin sekedar  renta sampai  waktunya binasa

Ku tak ingin menjadikan uang sebagai bahasa

Ku tak ingin meminta  dihormati hanya karna usia

Ku hanya ingin tumbuh bijaksana seiring berlalunya masa

(amiin)

Comments 2 Comments »

Sudah beberapa Mg ini, acara2 ditipi pasti menyinggung kekerasan yg terjadi di IPDN.

Dan semua orang pasti bertanya2 apa hubungannnya ilmu negara ama kekerasan?

Pada kesempatan ini R mo berbagi pengalamn R sendiri dgn yg namanya ospek.

R ikutan ospek bukan dgn idealisme atau niat luhur. simple ajah, R memanfaatkan ajang ospek ini untk bisa kenal deket ama teman2 fisika (karna pas TPB kan kita pisah2 kelasnya) selain emg karna pengn punya jaket himpunan ^_^

Ada salah satu memory yg paling R suka n R anggap berharga bgt pas ospek.

Jadi waktu itu, pada malam swasta (acara sebelum ospek terakhir yg keluar kampus-ospeknya lebih  keras n biasanya jadi ajang angk atas unutk reunion)

Pokoknya lumayan abis2an sih.

Malam swasta

Jadi waktu itu (setalh kita disuruh aktifitas fisik yg berat2) R ama salah satu temen R( klo gak salah mah somya deh) dipisahin dari kelompok.. Kita diintergorasi kenapa gak datang pas ospek sebelumnya, sehingga ada hal2 yg gak kita tau n gak kita bawa.

Dan sebagai hukuman, temen2 R yg lain harus sit-up berantai,dgn alasan salah mereka kita gak bawa n gak tau hal2 itu dan kita be2 harus ngitungin temen2 kita itu sit up berantai

Well tentu kami ber2 gak tega, apalagi pas udah ada cerita ngitung pake pecahan ( ¼, ½, ¾ ) .Karna kami gak mau nerusin  ngitung.  jadinya kami yg dihukum sit up berantai.

Harus diakuai R paling benci sit up, masih mending push up (yg buat ce tentunya) dan disuruh berantai  bener2 bikin capek n pegel.

Sedangkan temen2 R yg lain jadinya disuruh nonton n ngitungin kita.

Sampai terjadi peristiwa yg keren, tiba2 tanpa dikomando temen2 ini pada narik kita ber2 sambil teriak2 marah ke swasta, (gak jelas ngomong apa,krn saling overlap-dgn high pitch sound-cuma kelelawar yg bisa denger :D)

Tapi anehnya para pengospek ini malahan tepuk tangan dan menyelamati kita semua.

Well dari kejadian itu R tau bhw.

Ternyata tujuan diospek, tujuan kita ditindas dan suruhan2 yg gak masuk akal itu unutk bikin kita berani dan berpikir.

“Kalo gak masuk akal ngapain diikutin, kalo emang gak salah buat apa dihukum?’( kurang lebih mirip nasehat abang)

R gak tau tujuan ospek2 ditempat lain, tapi pasti gak jauh beda lah.

seharusnya bikin kita berani n berpikir.

Masa gara2 gak ospek bisa gak lulus kuliah (emg dibeberapa kampus ada yg menjadikan lulus ospek sarat kelulusan juga –perlu ttd senat dll) So mungkin yg kayak gitu yg perlu diubah..

Sehingga ospek bukan lagi ajang balas dendam, ajang penindasan dan alasan-alasan gak luhur lainnya.

Tapi unutk bikin kita mikir n berani untk bertindak( tentu berani karna benar) dan memperat pertemanan.

Oh ya menjawab pertanyaan diatas :

Ilmu pemerintahan dan kekerasan ada hubungannya, Cuma hubungan tidak baik2 sajah, karana pemerintah harusnya melindungi rakyatnya dari kekerasan dan penindasan, bukannya memerintah dgn kekerasa dan penindasan…..

Setuju?

Dedicated to all my friend @ fisika ITB (specially 99’)

Miss U all……^_^

Comments No Comments »

Alidjar, “The other Kartini”

sedkit kecepatan,tapi waktu R bersama internet akhir2 ini gak tentu sih

10001_3_1

Pada suatu masa (yang tak terlalu) lampau, hiduplah seorang gadis bernama Alidjar. Dia gadis kecil yang cerdas dan cantik, impiannya ingin menjadi guru. Karena disekolah nilainya selalu baik dan selalu mendapat pujian dari guru2nya, tekadnya semakin bulat.

Sampai pada suatu hari, dia menyadari bahwa pada jaman itu, seorang gadis tidak diakui kemampuannya untk bisa berpendidikan tinggi, meskipun dia mampu ( baik otak maupun secara finasial). Tapi adat dan kebiasaan yang berlaku pada saat itu mebuatnya harus memupuskan impiannya,

Hal ini membuat Alidjar kecil berjanji pada dirinya sendiri :” bila dia memiliki anak, dia akan menyekolahkan anaknya itu setinggi mungkin, meskipun dia perempuan….apapun yang terjadi, meskipun seandainya suaminya tidak berpendapat sama dengannya”

Tahun..tahun berlalu. Alidjar kecil tumbuh menjadi gadis remaja yang jelita, mekipun dia tidak bisa mewujudkan cita2nya,tapi tetap bersekolah di sebuah sekolah khusus unutk gadis2 (yg diajarkan bahasa, memasak, seni dll),menjalani hari2nya dengan sederhana dan bahagia. Sampai pada suatu hari seorang pria setengah baya melamarnya unutk dijadikan istri kedua, karena pada jaman itu seorang gadis (apalagi secantk Alidjar)  bila terlihat oleh jepang akan langsung dinikahi ataupun dijadikan selir, maka orang tua Alidajar “menerima” lamaran pria itu.

Menjadi istri kedua apalagi dengan kecantikan seperti Alidjar, tentu banyak membawa keuntungan bagi Alidjar, tapi dia merasa tidak bahagaia, kebebasannya dirampas, hak pribadinya dijajah….demi yang dinamakan adat dan kebiasaan yang berlaku. Banyak hal yg  terjadi pada hidup pernikahannya,sehingga pada suatu hari Alidjar meminta cerai dari suaminya, ini adalah pemberontakan pertama Alidjar terhadap “adat dan kebiasaan”

Pada suatu hari, ketika alidjar sedang manyapu dia muka rumahnya, seorang pria melintas didepan rumahnya..karna terpana dengan kecantikan alidjar, speda pria itu sampai menabrak tiang……Alidjar yang tidak tau apa yg terjadi hanya membatin dalam hati

”kasian sekali orang itu, baik2 saja kah?!” (polos bgt ^_^)

Tak perlu waktu lama bagi Chaidir unutk melamar Alidjar,  taklama mereka pun menikah

Meskipun hidup mereka tidak kaya, tapi mereka merasa cukup dan saling melangakpi dgn keterbatasnya masing2, Sampai suatu hari, impian itu pun berakhir, Chaidir meningal dunia pada saat putri kedua mereka baru tingkat satu kedokteran.

Jaman itu seorang wanita untk membesarkan dan membiayai 5 orang anak, bukanlah hal yang mudah, apalagi sekali lagi adat mendesak2 Alidjar untk segera menikahkan putri2nya,

“untuk apa wanita sekolah tinggi2?”

Hal itu yang selalu diulang2 ketelinga  Alidjar. tapi dia selalu ingat akan janjinya dahulu. Alidjar berjuang membiayai anak2nya dari hasil menjahit, menebalkan kuping dan selalu menyemangati anak2nya agar pantang menyerah.

”Adat dan kebiasaan ”pula memaksa dirinya untuk menikah lagi, tapi Alidjar hanya memiliki satu hati, di bumi dan di akhirat nanti, hanya satu orang yang akan menjadi suaminya…sehingga lamaran pria2 itu pun ditolaknya.

Hingga kini, akhirnya impiannya tercapai, 4 dari 5 anaknya berhasil mencapai gelar sarjana, dan telah memiliki karir yang cukup memuasakan.

Alidjar dewasa sekarang hidup dengan bijaksana, mekipun fisiknya telah renta, tapi sinar matanya tak pernah berubah, keceriaannya tak pernah hilang dan aura keanggunannya tetap terpancar.

So ya…Kartini, memang menyuarakan impian dan keingin wanita unutk meraih pendidikan yang setara dgn pria,

Dewi Sartika DKK mewujudkan impian Kartini dengan mendirikan sekolah yg memungkinkan impian itu untuk tercapai.

Tapi Alidjar seorang perempuan yang tidak hanya meletakan dasar2 pendidikan bagi anak2nya, tapi dia juga berulang kali medobrak Adat seorang diri …demi masa depan anak2nya……

Dan pasti masih banyak perempuan2 Indonesia lainnya (baik dulu maupun kini) yang berjuang demi kaumnya (atupun orang2 terkasihnya) tanpa pamrih maupun tanda jasa…

Dedicated to my beloved Oma…

I Love U……………

Tulisan in dibuat unutk memenuhi keinginan bebrapa temen yg pernah R certain langsung n request agar R bikin cerita berdasarkan hal ini. R gak tau kapan R punya waktu untk bikin novel/roman berdasarkan hal ini. Yah unutk sementara inih dulu ajah ya frends, semoga bermanfaat ^_^

Comments No Comments »

Sebagian besar ce apalagi yg belon nikah bisa manyun kalo disapa dgn panggilan ini.

Biasanya koment yg umum:

“Bu, Bu,sejak kapan gw nikah ama Bapak lu”(sambil manyun 1 meter)

“ emg gw keliatan setua itu ya?”(nanya ke temennya)

“ masa Ibu sih..masih single gini” (sambil genit2an tea-ini cuma terjadi klo co yg nyapa “lumayan”)

Sebenernya panggilan Bu ini sangat umum n biasa klo kita ada di Indonesia. Karna klo di panggil Mbak kesannya jadi kurang professional, dipanggil Nona? ( wah kemaren tuh R ama temen dipangil Nona, malahan jadi ngakak sendiri),Ato Ses (berasa hostes, ato lagi dipilm2 Alm. Benyamin jadul ^_^)

Yah sebenernya jgn dulu marah loh.

Ada bnyak alasan yg mungkin :

  1. ngetes, klo marah/ato manyun berarti masih single (so “bisa” deh ^_^)
  2. bingung mo manggil apalagi, tapi ni ce auranya serasa menekan.
  3. berpikir bhw, gak mungkin ce secantik ini belon ada yg punya :p
  4. kebiasaaan, yg model gini, bapak2 juga dia panggil Bu ( beneran!! R sering liat)

so jgn dulu marah lah,ato ngerasa Tatu. jgn mikir yg jelek2, bikin capek ^_^

Tapi R sendiri klo ada co manggil Bu, setengah mati gigit lidah, biar gak ngejawab:

“ Apa sih, Pah?” (dgn nada manja tea ^_^)

phew……..gawat tuh klo ampe kelepasan  ;p

                                               Oleh2 dari Jkt ^_^

Comments 5 Comments »

Could U built Ur dream(s) based on other people shattered dream(s)?

Would U still be laugh even when U knows others cry because of U?

But we live in grey era…

There are no more such things as plain as black and white.

What we though is black maybe just simply a heavy blue or a heavy red

What we saw white or event colorless (like the color of ray light) in fact consist of various colors.

There no such things as simple as good and bad

Mostly, we has to choose between “rather good”, “somewhat bad”, or “the depend case” ( I Mean like, what worst for me maybe better for U)

So the question still remains:

Could U?

     or

Would U?

Ayu,how are U…miss U lot, we had a lot to catch up  ^_^

Comments 3 Comments »

You can’t stop wishing
Just because some of U’r wishes dont come true
You gotta believe me that wishes do come true
Maybe what we got is diferent than what we wish
But I believe, maybe it is the best for us
We just didnt know it (yet)

One day we’ll realize nothing’s as bad as it seems
We just have to dream
No matter how long it may be
No matter if the form is change
I believe wishes really come true
Just never give up…….

Comments No Comments »