Baru2 ini seorang sahabat dan seorang saudara bercerita hal yg sama :
Bahwa kata maaf itu sunggah susah untuk diucapkan. Masing2 memilik alasan yg berbeda ; karna malu dan harga diri, disamping itu juga ada ketakutan bahwa mereka memberi maaf pada orang yang salah, atau orang yg dimintai maaf akan menjadi besar kepala.
Sahabat lain berkata bahwa dengan orang2 ”dekat” tidak perlu kata2 maaf maupun terima kasih, hanya membuat hubungan menjadi kaku.
Mereka semua memiliki sudut pandang yg berbeda, yg berdasar pada alasan yg dpt dimengerti.
Jadi inget satu kalimat dari film kabhi kushi kabhi gham (ketauan deh selerannya ^_^) : bahwa dengan meminta maaf bukan berarti kita menjadi rendah, ataupun yang memberi maaf berada diposisi yg lebih tinggi, mengalah bukan berarti kalah.
Dan waktu bulan puasa kemaren, dalam sebuah caramah R mendapat ilmu baru tentang makna ”maaf dan memafkan”
Maaf berarti menghapus, melupakan dan mengampuni.
Pokoknya “puff!!! “ bener2 ilang deh, gak ada cerita untuk diungkit2
So salah sekali kalimat popular yg sering menjadi tagline;
“Forgive but not forget atau mohon maaf dan ampun”
Coz’ to forgive means to forget
Memaafkan berarti juga mengampuni
Satu kata yang baru R sadari kedalaman maknanya
Dan katanya sih, tidak ada satupun ayat Al-qur’an tentang meminta maaf, yg ada adalah memberi maaf….(silakan cek sendiri -R sih masih belon nemu ^_^)
Pertamanya R pikir aneh, tapi klo mikir lagi :
manusia emg fitrahnya gak sempurna, pasti ada kesalahan, so memberi maaf udah merupakan sesuatu hal yg wajib
Dan klo semuanya memberi, berarti semuanya menerima kan?
Tuhan saja maha pemaaf,
So siapa kita??baru mo ngasih maaf klo udah diminta dulu?!
Sedangkan selama ini arti maaf bagi R adalah memaklumi , memahami dan memulai kembali;
memahami alasan kenapa hal itu bisa terjadi sambil memaklumi bahwa R juga pasti ada salahnya, so mari kita coba memulai lembar yg baru…..
Tapi gimana kalo kita mengahadapi seseorang yg berulang2 dimaafkan, tapi berulang ulang pula melakukan kesalahan yg sama (bahkan tambah parah)?
Hmm…salah gitu kalo jadi trauma?
Menjadi mimpi buruk dalam keadaan tidur dan terjaga
Salah gitu kalo jadi gak peduli dan merasa hampa?
Sehingga akhirnya maaf hanya menjadi kata tanpa makna
Tapi siapa kita? bisa nentuin limit maaf, bisa nentuin kapan sesorang itu sudah tak termaafkan?
* tulisan yg isinya pertanyaan semua ^_^
Entries (RSS)
forgiven but not forgotten..maksudnya kesalahan orang tersebut dimaafkan tapi tidak dilupakan dalam kerangka waspada, berhati2 buat kita. Buat aku pribadi, baru itu maaf yang bisa aku lakukan.
aku sih lebih suka pasang setting begini: “TUHAN aja Maha Pemaaf, sebagai ciptaan-Nya masa kita mo sombong untuk tidak memaafkan.”
Terlepas apakah kita bisa melupakan dgn cepat atau tidak orang mah beda2 R.
Penting mah udah usaha.
Yogo n Ayu
Maaf itu ternyata satu kata yg sarat makna
n bener, yg penting waspada n usaha
sisanya terserah anda
maaf ada tempatnya, sabar ada batasnya. Tuhan Maha Pemaaf, tapi iblis tak termaafkan. orang yg dizhalimi bebas milih, mau memaafkan (katanya lebih baik) atau qishash (balas lagi, an eye for an eye and so on). aku pilih yg kedua. tapi lebih enak lagi kalo Tuhan yg mbales, lebih sadis dan menyenangkan. ngliat org kena karmanya sendiri menyenangkan. itu baru di dunia lho, belum di akhirat. paling tidak terbuktilah kalo Tuhan itu emang ada dan Maha Adil.
hmm…terserah sih…
tapi pilihannya bukan hanya dua loh ( maafin dan ngebales) ada tiga!
seperti Nabi ;
orang yg ngejahatin beliau udah mah dimaafin di doain pula
(Ibaratnya mah, udah ngejahatin ,malahan dikasih kado)
lagian kan seperti kata kamu, ada karma n Tuhan yg ngedili diakhirat nanti..so tenang ajah. yg penting kita udah (berusaha) maafin n ngedoain kan?!
(R sih pengennya kayak gitu,tapi susah euy :p-tergantung kasusnya juga)