Bagaikan air
Mengalir tanpa jemu
Terus…..mengikuti aliran waktu
Mencoba berubah tanpa mengubah yang zahir

Kadang aku terperangkap
Alirankupun terhenti bagaikan mati
Danau yang gemerlap pun terasa pengap
Resah, gelisah, sirna damai di hati

Perlahan, setetes demi setetes  tapi pasti
Entah dengan kebaikan mentari,
Belaian bayu ataupun kasih sayang bumi
Kukan mengalir  kembali

Terus mengalir dengan setitik harapan,
Selama masih ada nafas kehidupan………
Tapi dimanakah dan kapankah kucapai laut biru?
Saat harapan dan kenyataan akhirnya utuh berpadu

Leave a Reply